MASYARAKAT HARUS TETAP MEWASPADAI GEMPA SUSULAN

15 09 2007

212.jpg

Asep Moh. MuhsinTagana Cianjur 

Meskipun gempa utama telah berlalu, masyarakat harus tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan dan tsunami di pesisir barat Pulau Sumatra. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi antara para pakar geologi dan Badan Meteorlogi dan Geofisikan (BMG), Sabtu (15/9) siang.

Pakar geologi kelautan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Yusuf Surachman mengatakan, perlu diwaspadai bahwa gempa yang terjadi merupakan bagian dari siklus 200 tahunan yang pernah terjadi pada 1797 dan 1893.

BMG mencatat, pasca gempa tiga hari lalu ada sekitar 46 kali gempa susulan, lima di antaranya berpotensi terjadi tsunami. Kepala Bidang Gempa BMG Suhardjono mengatakan, dari 46 kali gempa susulan itu rata-rata magnitude berada di atas 4,6 skala Richter dan lima gempa berada di atas 6,5 skala Richter.

Meski dipastikan data yang diberikan BMG akurat, namun hingga kini BMG belum dapat memastikan potensi tsunami karena belum ada alat yang secara pasti bisa memprediksi terjadinya tsunami. Menanggapi keluhan masyarakat karena BMG seringkali menampilkan peringatan potensi tsunami, Suhardjono memngatakan, setiap kali terjadi gempa di atas 6,5 skala Richter, alat pendeteksi tsunami BMG akan mengeluarkan warning potensi tsunami. Karenanya, BMG meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Namun, lanjut Suhardjono, peringatan tersebut akan dicabut dalam jangka waktu satu jam jika dari hasil pengamatan lapangan serta pemetaan tidak ditemukan indikasi tsunami


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: