Aktivitas Gunung Api Kelud di Propinsi Jawa Timur

20 10 2007

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa kegempaan, deformasi visual dan pengukuran suhu air danau kawah, maka aktivitas G. Kelud berpotensi terjadi letusan. Oleh karena itu terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2007 pukul 17.25 WIB, status aktivitas G. Kelud ditingkatkan dari SIAGA (level III) menjadi AWAS (Level IV)

Hingga tanggal 16 Oktober 2007, pukul 19.00 WIB kegiatan pengungsian masyarakat sudah mulai dilakukan terutama oleh Pemerintah Kab. Kediri dan Kab. Blitar dalam radius 10 Km dari puncak G. Kelud ( Kab. Kediri masyarakat yang akan dievakuasi sebanyak 36.236 orang, Kab. Blitar masyarakat yang akan dievakuasi sebanyak 80.510 orang)
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa kegempaan, deformasi visual dan pengukuran suhu air danau kawah, maka aktivitas G. Kelud berpotensi terjadi letusan. Oleh karena itu terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2007 pukul 17.25 WIB, status aktivitas G. Kelud ditingkatkan dari SIAGA (level III) menjadi AWAS (Level IV).

Dalam status AWAS, G. Kelud berpotensi terjadi letusan freatik, berupa semburan air dan lumpur danau kawah serta munculnya gas beracun.

Hasil pemantauan aktivitas G. Kelud pada hari Senin, 16 Oktober 2007 pukul 17.00 WIB tercatat Gempa Vulkanik Dangkal 306 kali yang merupakan proses terjadinya rekahan batuan secara progresif oleh fluida (magma gas) menuju permukaan, Gempa vulkanik Dalam : 3 kali, gempa Tremor :5 kali, Gempa Tektonik Jauh tercatat :10 kali, Gempa Tektonik Lokal :1 kali.
Hasil pengukuran danau kawah pada pukul 12:00 WIB telah mencapai 37,8 0C dan warna air danau kawah hijau keputih-putihan, flux CO2 masih di atas normal dan masih tingginya kandungan H2S, HCO2, Na, CL dan unsur kimia lainnya.
Secara visual cuaca teramati adanya bualan gas di tengah danau kawah dan sampai saat ini ada kecenderungan semakin meluas. Sedangkan hasil pengukuran deformasi periode 13 s/d 16 Oktober 2007 menunjukkan adanya proses inflasi di sekitar puncak G. Kelud.

Hingga tanggal 16 Oktober 2007 pukul 19.00 WIB kegiatan pengungsian masyarakat sudah mulai dilakukan terutama oleh Pemerintah Kab. Kediri dan Kab. Blitar dalam radius 10 Km dari puncak G. Kelud dengan rincian sebagai berikut :
1). Kab. Kediri masyarakat yang akan dievakuasi sebanyak 36.236 orang
2). Kab. Blitar masyarakat yang akan dievakuasi sebanyak 80.510 orang

Untuk upaya penanganan, BAKORNAS PB telah mengirimkan Tim ke lokasi rawan G. Kelud pada hari Senin, 15 September 2007. Sebanyak 3 personel dipimpin oleh Deputi I bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Selain itu, BAKORNAS PB juga telah mengadakan rapat dengan instansi / departemen terkait guna mengantisipasi kemungkinan bantuan yang dibutuhkan apabila G. Kelud meletus.
Departemen Pekerjaan Umum telah menyiapkan kantong-kantong lahar (cek dam) sebanyak 135 cek dam dan 6 anak sungai dengan kapasitas tampung sekitar 21,3 juta m3.Departemen Kesehatan telah mengerahkan tenaga medis dari Surabaya sebanyak 50 orang serta 41 pelayanan kesehatan di Blitar dan di Kab. Kediri memanfaatkan Puskesmas yang ada. Depkes juga sudah siap membantu obat-obatan dan 200.000 masker untuk masyarakat. Sedangkan Departemen Sosial telah menyiapkan 100 ton beras di Kabupaten dan 200 ton beras di propinsi. Disamping itu Depsos juga siap mengirim bahan makanan, bahan sandang, alat dapur dan peralatan bayi dari pusat untuk Kab. Blitar dan Kab. Kediri.

Satkorlak PB Provinsi Jawa Timur telah mengajukan Poskonya ke Satlak PB Kab. Blitar dan Satlak PB Kab. Kediri dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi letusan gunung Kelud


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: