Puluhan Rumah di Pekanbaru Rusak Diterpa Angin Kencang

22 10 2007

Sekitar 20 rumah di Kota Pekanbaru rusak akibat diterpa angin kencang. Tidak itu saja, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di ibukota Provinsi Riau ini.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pekanbaru memprediksi kondisi ini akan terus terjadi hingga November mendatang.

Angin kencang yang menyertai hujan deras tersebut mulai terjadi pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 18.30 WIB hingga Minggu (21/10) dini hari.

Kerusakan yang paling parah terjadi pada rumah di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Atap rumah semi permanen berdinding papan di sepanjang sekitar empat kilometer pada ruas jalan tersebut tidak ada yang utuh.

Kondisi lebih parah dialami kios-kios kaki lima yang ada di sepanjang jalan tersebut. Banyak di antara kios yang hanya beratap plastik tersebut rubuh sama sekali.

Para warga yang atap rumahnya rusak terpaksa mengungsi dan menginap di kediaman saudara atau tetangganya.

“Saya tidak menyangka angin kencang tadi malam menerbangkan hampir seluruh atap rumah saya,” kata Nasir warga Jl Soekarno-Hatta.

Seperti dilansir Media Indonesia diberitakan bahwa dilokasi, Minggu (21/10), sejumlah warga mulai memperbaiki kerusakan akibat terpaan angin kencang. Mereka harus mengumpulkan atap seng yang berserakan untuk kemudian dipasang kembali.

Sejumlah petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru dan dibantu warga berupaya menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang.

Sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa akibat musibah tersebut.

Kepala Seksi Analisa BMG Pekanbaru Yohannes Drajad Bintoro memprediksi wilayah ini akan terus diguyur hujan deras disertai angin kencang hingga November mendatang.

“Sekarang baru Oktober, bisa disebut baru memasuki musim penghujan. Oleh karena itu cuaca berupa hujan deras dan angin kencang kemungkinan akan terus terjadi sampai November mendatang,” katanya, Minggu (21/10).

Menurutnya, angin yang berhembus mencapai kecepatan 20-39 knot atau 40 sampai 60 kilometer per jam. Kondisi ini terjadi karena adanya pertemuan arus angin yang membentuk daerah konvergensi sehingga menimbulkan pusaran angin. Meskipun begitu, cuaca yang buruk ini belum mengancam wilayah perairan di Riau.

“Ketinggian ombak di Selat Melaka dan perairan lain di Riau masih tergolong normal, yakni berkisar antara 0,5 sampai 1,25 meter. Ombak berbahaya justru berpotensi terjadi di perairan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau dengan ketinggian mencapai 1 sampai 2,5 meter,” tandas Yohannes.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: