Tersambar Petir,2 Tewas,3 Luka

25 10 2007

Dua orang tewas diduga tersambar petir saat menyaksikan pertandingan sepak bola di Kec Bojong Picung,Kab Cianjur, Selasa (23/10) sore.

Saripudin,18,dan Yusuf,32,keduanya warga Desa Jati, Kec Bojong Picung adalah dua korban tewas akibat sambaran petir yang terjadi Selasa (23/10) pukul 17.00 WIB itu.Sementara tiga warga lain, yakni Rusmana, 17, Kamad, 40, dan Adi Hirmansah, 6, mengalami luka ringan dan berat, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tagana Cianjur peristiwa nahas yang dialami kelima warga tersebut berawal saat sejumlah warga menyaksikan pertandingan sepak bola yang digelar di lapangan sepak bola Jati di Kec Bojong Picung. Meski saat itu tengah hujan lebat disertai kilatan petir,warga tidak begitu memedulikannya. Kelima korban bersama sebagian warga memilih berteduh pada sebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari lapangan tersebut.Saat tengah menyaksikan pertandingan, tiba-tiba sebuah kilatan petir menyambar pohon kelapa yang tepat berdiri di samping rumah yang dipakai berteduh itu.

Pantulan kilatan petir mengenai rumah tersebut, sehingga akhirnya menyebabkan sejumlah warga terpental. Isep Mahmudin, 35, seorang warga setempat, mengatakan, setelah terdengar kilatan petir, sejumlah warga yang tengah berteduh langsung terkapar. Menurut Isep,saat itu juga warga langsung tiarap.”Suasana langsung sepi, karena warga terkejut mendengar suara keras petir tersebut,” kata dia. Menurut Isep, warga yang selamat segera memberikan pertolongan kepada lima warga yang terkapar tersebut. Bahkan, sambungnya,dua warga tidak bernafas.

Sementara tiga lainnya pingsan. Dia mengungkapkan, warga segera melarikan sebagian korban ke Puskesmas Ciranjang. Saripudin langsung dibawa keluarganya.” Dua korban yang mengalami luka ringan,kami larikan ke Puskesmas Ciranjang. Sementara korban meninggal,Yusuf, dan korban luka berat dibawa ke RSUD Cianjur,”jelasnya. Sementara itu,Titin Sumarni, 33,dan suaminya Saripin,34, hanya bisa menangis menyaksikan anak bungsunya, Adi, belum siuman sejak peristiwa tersebut.

Saat ditemui pada Selasa (23/10) malam di bangsal UGD RSUD Cianjur,Titin mengatakan, dia dan suaminya tidak mengetahui persis peristiwa nahas yang menimpa anaknya itu. ”Sekitar pukul 17.30 WIB sore, tiba-tiba kakak Adi pulang ke rumah dengan tergesagesa. Dia langsung mengabari bahwa adiknya pingsan di lapangan karena tersambar petir. Saya segera membawanya ke Puskesmas Ciranjang, tapi pihak perawat di sana tidak sanggup menangani anak saya.Mereka menyarankan agar anak saya dibawa ke rumah sakit Cianjur,”imbuhnya.

Titin mengaku, dia sempat melarang anaknya untuk pergi menyaksikan pertandingan sepak bola.Alasannya, saat itu sedang terjadi hujan lebat disertai kilatan petir. ”Namun, kekhawatiran itu coba saya tepis karena saat itu di lapangan ada kakaknya. Saya mencoba menjemput anak saya ke lapangan karena suara kilatan petir terus terdengar. Namun, niat itu saya urungkan karena hujan semakin membesar,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satlak Penanganan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kab Cianjur Esih Sukaesih Karo mengonfirmasikan ada korban yang terkena sambaran petir pada Selasa (23/10) sore. Menurut Esih, pihaknya bersama Ketua Satlak PBP Kab Cianjur Dadang Sufianto, Dinas Kesehatan, serta Dinas Sosial, langsung mengunjungi lokasi kejadian, dan memberikan bantuan kepada sejumlah keluarga korban.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: