Status Baru Kelud Ditunda

30 10 2007

Tim PVMBG Bandung masih berpikir keras untuk memutuskan apakah akan menurunkan status Gunung Kelud dari awas ke siaga atau tidak. Kebingungan tim tersebut terlihat ketika hingga kemarin sore mereka belum menemukan kata sepakat terkait rencana penurunan status tersebut.

Akibatnya, acara jumpa pers yang biasa dilakukan pukul 15.00 WIB di Balai Desa Sugihwaras, Kec Ngancar, Kab Kediri dengan agenda penentuan status dibatalkan. Melalui petugas pos keamanan setempat, tim beralasan masih melakukan rapat dan evaluasi terakhir. ”Mohon maaf, tim baru saja memberi tahu pembatalan pengumuman mengenai status Gunung Kelud karena masih rapat. Mudah-mudahan besok hasilnya sudah diputuskan,” ujar Ipda Iswahyudi, Kepala Pos Keamanan Desa Sugihwaras, Kec Ngancar yang setiap hari mendampingi tim memberikan keterangan kepada wartawan. Sayangnya, tidak ada penjelasan apa pun dari tim vulkanologi kepada Ipda Iswahyudi terkait penundaan pengumuman tersebut.

Anggota Polres Kediri tersebut bahkan mengaku tidak tahu kapan pengumuman yang ditunggu-tunggu masyarakat itu akan disampaikan. Penundaan tersebut tentu saja memicu kekecewaan puluhan wartawan yang sudah menunggu berjam-jam. Apalagi sehari sebelumnya Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Hendrasto mengatakan akan mengumumkan status Gunung Kelud kemarin sore pukul 15.00 WIB.Keputusan itu didasarkan pada hasil evaluasi seluruh gejala aktivitas Gunung Kelud mulai Minggu (28/10) hingga kemarin pagi. Situasi itu diperparah dengan putusnya jalur komunikasi ke pos pemantau Kelud yang berjarak 2 km dari Balai Desa Sugihwaras. Hingga kemarin sore, tidak satu pun telepon genggam tim vulkanologi yang bisa dihubungi sehingga praktis tidak ada satu pun informasi tentang kondisi terakhir Gunung Kelud hingga sore kemarin.

Satu-satunya informasi aktivitas Gunung Kelud adalah data yang terpasang di papan pengumuman pos keamanan Balai Desa Sugihwaras hingga pukul 12.00 WIB. Dari data tersebut diketahui telah terjadi 5 gempa vulkanik dalam, 9 gempa vulkanik dangkal, 4 gempa tektonik jauh, dan 5 tremor. Sementara suhu air kawah terus mengalami lonjakan hingga 39,4 derajat Celsius di kedalaman 15 meter, 38,2 derajat Celsius di kedalaman 10 meter, dan 35,2 derajat Celsius di permukaan kawah. Berlarut-larutnya kondisi Gunung Kelud yang tidak kunjung meletus memicu kejenuhan ribuan warga yang tinggal di pengungsian. Mereka mengancam akan kembali ke rumah masing-masing jika situasi tetap seperti ini.

”Kami sudah jenuh dengan situasi seperti ini. Tidak ada yang bisa kami kerjakan di sini selain makan dan tidur. Sementara rumah dan ternak kami tidak ada yang merawat,” ujar Katini, salah seorang pengungsi asal Desa Sugihwaras, Kec Ngancar yang mengungsi bersama dua anaknya di Balai Desa Tawang, Kec Wates,Kediri. Ia berharap tim vulkanologi segera memberi kepastian kondisi Gunung Kelud. Kalaupun diperkirakan akan meletus, mereka memilih menunggu letusan itu dari rumah masingmasing.

Dengan pengalaman menghadapi beberapa kali letusan dan didukung kesiapan satlak melakukan evakuasi, warga yakin akan bisa melewati bencana dengan selamat. Ancaman untuk pulang ke rumah dan meninggalkan lokasi pengungsian itu tampaknya tidak main-main. Sejumlah pos pengungsian di Kec Wates tampak mulai lengang ditinggal pengungsi

 Sumber : Koran Sindo


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: