Informasi Kelut

5 11 2007

Download Berita beserta gambar Selengkapnya Disinikelut_hembusansmall

Laporan aktifitas terakhir G. Kelut yang berada di perbatasan 3 kabupaten (Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang) berdasarkan hasil pemantauan menerus dari Pos Pengamatan G. Kelut di Desa Margomulyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, sebagai berikut:

1.      Kegempaan

Setelah terjadi serangkaian gempabumi vulkanik dalam dari 24 – 31 Oktober 2007, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal dan tremor secara menerus.

Tremor vulkanik menerus yang merupakan aktivitas dangkal ± 1 km di bawah kawah G. Kelut berlangsung secara signifikan dari 2 Nopember 2007 pukul 11:07 WIB, hingga saat ini, 4 Nopember 2007 pukul 08:30, dengan energi yang semakin menurun. Kejadian tremor vulkanik menerus ini mereda hanya beberapa saat selama kurang dari 3 jam.

Tremor vulkanik mencapai puncaknya dengan energi maksimum yang ditengarai dengan magnituda “over scale” pada pukul 16:00 hingga berlangsung sekitar 40 menit pada tanggal 3 Nopember 2007 (gambar 1).

Laporan Lengkap klik di sini dalam format Microsoft Word

2.      Temperatur Air Danau KawahPengukuran temperatur air danau kawah dilakukan di permukaan, kedalaman 10 meter dan 15 meter. Temperatur naik secara tajam mulai 2 Nopember 2007, pukul 06:00 WIB   (gambar 2). Data temperatur air danau kawah G. Kelut mencapai lebih dari 50°C untuk ketiga sensor kita di permukaan, di kedalaman 10 meter dan kedalaman 15 m, hal ini merupakan temperatur tertinggi yang pernah terukur di G. Kelut.

3.      Deformasi

Dari data pemantauan deformasi di G. Sumbing yang berjarak 600 meter Barat-Daya Kawah G. Kelut menunjukkan adanya deflasi (komponen tegak lurus kawah) dan inflasi (komponen arah tangensial/sejajar kawah) secara signifikan yang terjadi pada 3 Nopember 2007. Terjadi deflasi hingga lebih dari 9 mikroradian (1 mikroradian = 10-6 mm/km), sedangkan inflasi mencapai lebih dari 7 mikroradian (gambar 3)

4.      Visual

Sejak 4 Nopember 2007 pukul 02:00 WIB teramati adanya asap putih tebal dengan ketinggian sekitar 300 meter dari puncak G. Kelut. Pemantau CCTV memperlihatkan hembusan asap putih tebal condong ke arah utara mengikuti arah angin. Kejadian ini merupakan fenomena baru G. Kelut, karena sebelumnya dalam sejarah aktifitas G. Kelut tidak ada hembusan asap dan langsung terjadi letusan. (gambar 4)

5.      Diskusi dan Kesimpulan

Terekamnya gempabumi vulkanik dalam dan dangkal sejak 24 Oktober 2007 telah menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tubuh G. Kelut. Tekanan meningkat secara terus menerus hingga menyebabkan terekamnya tremor vulkanik menerus yang dimulai pukul 11:07 WIB, tanggal 2 Nopember 2007 hingga mencapai puncaknya pukul 16:00 WIB tanggal 3 Nopember 2007, dimana tremor vulkanik mencapai energi terbesar yang ditengarai dengan amplituda “over scale” selama sekitar 40 menit. Kejadian puncak krisis tremor vulkanik menerus menyebabkan rekahan (kemungkinan pengangkatan kubah lava letusan 1990 yang tampak samar-samar di kamera CCTV, tonjolan hitam di bawah hembusan asap) diikuti oleh semburan material vulkanik berupa abu yang jatuh di sekitar Pos Pengamatan G. Kelut, menempel pada dedaunan, kaca mobil dan di tempat lain di sekitar G. Kelut, kemudian rekahan ini menjadi keluarnya hembusan asap di tengah danau kawah. Kejadian hembusan asap putih tebal merupakan fenomena baru yang belum terjadi dalam sejarah aktivitas G. Kelut. Dengan hembusan asap ini, maka dapat terjadi beberapa kemungkinan aktifitas G. Kelut ke depan, sebagai berikut:

  • Tekanan di dalam G. Kelut akan menurun bersamaan dengan kejadian hembusan asap putih tebal secara menerus. Jika ini terjadi, maka aktivitas G. Kelut akan mencapai keseimbangan sehingga kecil kemungkinan bahkan dapat dikesampingkan akan terjadi letusan besar di G. Kelut.

  • Melalui rekahan hembusan terjadi penyusupan air besar-besaran ke bawah dasar danau, air tersebut kontak langsung dengan magma dekat dasar danau kawah, maka akan terproduksi uap dengan volume dan tekanan besar jika ini terjadi akan menyebabkan pendobrakan dasar danau kawah yang diikuti letusan uap membawa serta air danau kawah maka terjadi letusan freatik dengan diikuti lahar letusan. Karena dasar kawah telah terbuka oleh proses letusan freatik, besar kemungkinan akan diikuti oleh letusan “Plinian” yang berupa letusan gunungapi yang diikuti oleh adanya awan panas, lontaran material pijar, abu dan debu vulkanik.

  • Jika tekanan di dalam tubuh G. Kelut terus bertambah akibat naiknya magma dari bawah menuju ke permukaan kawah, serta hembusan asap tidak dapat menyeimbangkan (melepaskan) tekanan di dalam tubuh G. Kelut maka akan terjadi akumulasi tekanan yang semakin membesar. Jika ini terjadi maka besar kemungkinan akan terjadi letusan G. Kelut.

Dengan fenomena baru ini serta kemungkinan-kemungkinan di atas maka G. Kelut dinyatakan tetap dalam status Awas

6.      Langkah-Langkah Antisipasi

Dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral akan tetap melakukan pemantauan G. Kelut secara menerus, dengan menerapkan “prosedur tetap” gunungapi dengan status Awas.

Hembusan asap Kelut 4 November 2007

kelut_hembusansmall


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: