Anak Krakatau Bentuk Kawah Baru

12 11 2007

Image LAVA PIJAR Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, kemarin mengeluarkan material berupa batu-batuan, abu, dan awan panas. Namun, vulkanologis memperkirakan tidak akan ada letusan besar yang berbahaya.

 

SERANG (SINDO) – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat, ditandai letusan lava pijar yang mengakibatkan pembentukan kawah baru. Gunung ini meletus setiap lima menit sekali sekaligus mengeluarkan material berupa batu-batuan,abu, dan awan panas.

Petugas Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Cahya Patria menjelaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus berfluktuasi dan tidak akan terjadi letusan besar dari gunung yang terletak di Perairan Selat Sunda itu.”Kami yakin tidak akan terjadi letusan besar,”katanya,kemarin. Dalam catatan PVMBG, Gunung Anak Krakatau hingga kemarin telah mengalami gempa vulkanik dalam sebanyak 15 kali, 50 gempa vulkanik dangkal, 219 letusan, dan 15 gempa tremor. Gunung Anak Krakatau juga mengeluarkan embusan berupa abu sebanyak 23 kali.

”Sampai saat ini, status gunung itu masih siaga dan tidak ada peningkatan yang berarti,”ungkapnya. Dibandingkan dengan data yang terjadi pada Sabtu (10/11) lalu, aktivitas vulkanik gunung tersebut kembali mengalami peningkatan. Dari data yang tercatat pada Sabtu lalu, gempa vulkanik dalam terjadi sebanyak 8 kali, gempa vulkanik dangkal terjadi 49 kali, letusan terjadi 149 kali, serta gempa tremor terjadi 19 dan 26 embusan.

Cahya mengatakan, dari pantauan tidak ada perubahan menonjol secara fisik dari gunung tersebut. Namun, kawah baru Gunung Anak Krakatau sempat mengalami beberapa perubahan dan kini mencapai lebar 100 meter. Pada siang hari, semburan lava yang dikeluarkan oleh gunung itu tidak terlihat dengan jelas.Namun, pada malam hari aktivitas vulkanik gunung itu terlihat dengan jelas. Menurut Cahya, pada 2001 Gunung Anak Krakatau pernah mengalami hal serupa sehingga diperkirakan letusan yang terjadi kali ini akan kembali terjadi pada enam tahun yang akan datang.

”Setiap gunung mempunyai karakter yang berbeda- beda. Mungkin 6 tahun mendatang akan terjadi lagi,”ujarnya. Hingga kini,pihaknya belum bisa memastikan status gunung itu akan kembali meningkat atau menurun. Sebab, peningkatan status akan dilihat dari aktivitas gunung setiap harinya.”Kita lihat saja aktivitasnya setiap hari.Kami belum bisa memastikan perubahan status itu,” kata Cahya. Kini, Kawah Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan bentuk, yang awalnya pada (25/10) berbentuk bundar, mengalami perubahan pada (28/10) menjadi lonjong.

Saat ini, lebar kawah itu panjangnya 100 meter. Seperti diberitakan, pada Kamis (8/11) Gunung Anak Krakatau menyemburkan percikan lava panas. Meletusnya gunung tersebut amat berbahaya bagi warga yang mendekati Gunung Anak Krakatau hingga radius tiga km. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meminta masyarakat setempat untuk tidak resah karena aktivitas Gunung Anak Krakatau diperkirakan tidak menimbulkan tsunami. ”Masyarakat jangan mendekati sampai radius 3 km, untuk amannya lebih baik menjauh. Saya juga sudah minta seluruh satuan koordinasi pelaksana (satkorlak) dan satuan pelaksana kota madya/kabupaten di Banten menjaga warga masingmasing wilayahnya,” ujar Atut.

Kapolda Banten Brigjen Pol Timur Pradopo menyatakan selalu menjalin koordinasi dengan satuan pelaksana di kota madya/kabupaten untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya letusan yang lebih besar. Menghadapi kondisi itu,Polda Banten mengerahkan tiga satuan setingkat kompi (SSK) untuk membantu warga agar segera menghindari letusan yang membahayakan. ”Tiga SSK itu berasal dari Polres Pandeglang,Polres Cilegon, dan Polda Banten,”katanya. Polda Banten, kata Pradopo, juga akan mengoptimalkan polisi air untuk mengamati secara intens perkembangan sekitar Gunung Anak Krakatau.Polisi air ini bakal terus melakukan patroli di sekitar Gunung Anak Krakatau.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: